Puisi 15

Acep Zamzam Noor

SEPANJANG ROXAS BOULEVARD


Aku terseret pendaran cahaya lampu
Setelah bergelas-gelas anggur yang menawarkan sunyi
Kureguk langsung dari mulutmu. Dan kau menggeliat
Dalam tarian kegelisahan yang panjang
Mengisi setiap ruang kosong pikiran dan perasaanku
Dengan gerakan-gerakan lembut dan teramat liat

Manila yang menjulang dalam cahaya suram
Seakan membara dalam matamu. Aku yang terbakar
Hanya bisa menandai udara dengan kepulan asap
Dari mulutmu telah kureguk kelaparan demi kelaparan
Dalam ungkapan paling liar. Lalu kau meronta
Menarikan pertemuan kita yang maya

***
Prev Next Next