Puisi 96

Acep Zamzam Noor


CELUKAN BAWANG




Kadang airmataku menjadi butiran garam

Yang berkilauan di bawah bulan

Tanganku gemetar dan jemariku memercikkan air

Sebuah tembang mengalirkan masa kanak-kanakku

Yang terasa dingin, asing dan sangat jauh

Kupilih menyendiri di pelabuhan kecil ini

Sambil menggambari pasir dengan ingatanku

Di penghujung malam kadang aku berteriak

Bersama rumputan, batu karang dan ombak pasang

Atau kadang menjerat bintang-bintang

Dengan tarianku. Setiap fajar tiba

Wajahku menjadi ungu oleh sajak-sajak

Yang tak kunjung dituliskan


***

Prev Next Next