Puisi 45

Acep Zamzam Noor


WAKTU YANG SEHITAM DEDAK KOPI



Waktu yang sehitam dedak kopi di gelasmu itu

Adalah sepi. Tahun-tahun merayap pelahan

Dari hutan yang terbakar jauh di selatan

Kau tahu, detik masih akan terus berbunyi

Pada weker. Menit dan jam akan beranjak pergi


Sedang kenangan jumpalitan seperti burung asing

Pada segaris ranting. Asap akan terus mengepul

Dari tumpukan arang hutan dan sisa api

Kau tahu, waktu yang sehitam dedak kopi itu

Adalah sepi yang menyelami kisah cintanya sendiri


Sepi yang terus berdetak pada arloji. Pada jam besar

Yang gemetar di dinding lengang hari


***

Prev Next Next