Puisi 74

Acep Zamzam Noor


ULUWATU



Karang-karang terjal menopang keagungan

Dari setiap penjuru angin

Jauh di bawahnya ombak laut bergelora

Ketika suara gamelan, bersimpuh pada keremangan senja

Ketika gadis-gadis berkebaya, dengan bunga di telinganya

Dengan butir-butir beras di keningnya

Dengan sesaji di tangannya

Berkelebat menguraikan beribu gerak


Di bawah redupnya cahaya matahari

Di kaki langit yang kabur garis batasnya

Kulihat burung-burung mengambang

Kulihat lambaian hijau pohon-pohon kelapa

Kulihat lengkung pantai yang menyisir tepi bumi

Semuanya seperti isyarat dan jawaban

Ketika sunyi bertahta di atas air

Di atas pasir

Ketika biru dan gelap bersahut-sahutan


Di bukit para dewa

Yang ditopang karang-karang terjal itu

Sulur-sulur pohon khusyuk berdoa

Bunga-bunga melepaskan wanginya ke udara

Gamelan sorga meletakkan suaranya ke tanah

Gadis-gadis menitipkan gerak dan senyumnya

Pada angin dan guguran daun

Sedang di langit, rakit bintang-bintang mulai berlayar

Malam telah menyempurnakan sunyi

Menjadi sebuah kerajaan


***

Prev Next Next