Puisi 36

Acep Zamzam Noor


RUMAH YANG TERBUKA



Jarum penglihatanku memasuki seluruh pori-pori

Dalam tubuhmu. Keindahan yang kugali sering menjelma api

Yang menyalakan sumbu urat-urat darahku

Aku memintal lagu sepanjang lorong rahasiamu

Untuk kunyanyikan diam-diam. Tanganku meraba ayat-ayat

Tapi setiap kunaiki tangga ke langit terjauh

Aku selalu ditenggelamkan sinar bulan


Mengupas kemolekanmu dengan pisau pikiran

Adalah sia-sia. Keindahan hanya bisa kurasakan getarnya

Seperti cinta yang membakarku tiba-tiba

Aku menggali cahaya dari kuburan-kuburan kenanganmu

Untuk kunyalakan dalam jiwa. Dengan kaki telanjang

Kumasuki rumah batinmu yang terbuka

Di lantai pualam aku bergulingan sepanjang malam


***

Prev Next Next