Puisi 55

Acep Zamzam Noor


KEMATIAN KECIL



Lekuk tubuhmu sedikit lebih indah

Dari lukisan-lukisan Cucchi atau patung-patung

Attardi. Tapi di mana letak roh dan cinta

Jika yang mengalir dari kelopak matamu

Bukan sekedar birahi? Ada susunan cahaya

Bertumpuk seperti kunang-kunang

Melukis kesunyian di bumi


Pandanganmu sedikit lebih redup

Dari kerlip lampu. Tapi jika kecerdasan ibarat senja

Maka pengetahuan adalah cakrawala yang diwarnai

Semburat darahmu. Tak bisa kubaca apapun

Menatap cahaya merabunkan mataku yang nanar

Lebih baik kutulis sajak-sajak kasmaran untukmu

Serta kutanam mawar di gua-gua pertobatanku


Jika kerinduan ini ibarat kematian kecil

Maafkanlah apabila kuhasratkan kiamat besar

Untuk lebur atas nama cinta. Isyarat matamu yang jenaka

Terlalu samar untuk kuraba dengan perasaanku yang liar

Sedang dari persembunyianku jauh di lubuk hati

Telah kuhabiskan seluruh musim dan matahari

Hingga aku kehilangan bumi untuk menapak

Serta langit untuk meletakkan kepala


***

Prev Next Next