Puisi 90

Acep Zamzam Noor


DI SEBUAH TAMAN




Setiap kusaksikan kaki langit yang jauh

Kubayangkan waktu akan terus berkobar

Bersama dendam. Dari perut senja yang terbelah

Darah segar mewarnai sebagian langit

Sedang kemurunganku mewarnai sebagian lainnya

Ingin kusaksikan dosa pertama tumpah

Ketika manusia memahami dirinya

Sebagai ancaman bagi sesamanya


Aku duduk di antara meriam-meriam

Yang berdentuman. Di antara reruntuhan kota-kota

Kusaksikan tahun-tahun lepas dari almanak

Seperti orang-orang yang terbunuh dan kemudian

Membusuk dalam got. Lalu kureguk anggur

Ketika sejarah kembali mengirimkan ribuan peluru

Pada mataku. Kulihat bintang-bintang berhamburan

Darah segar mewarnai seluruh langit


Bertahun-tahun aku duduk di taman dunia

Menyaksikan kaki langit yang jauh. Bertahun-tahun

Aku duduk membayangkan waktu dan dendam

Seperti gelap dan terang. Kureguk anggur

Ketika pesawat-pesawat tempur membakar ufuk

Kureguk anggur dan aku mabuk di antara bom-bom

Yang berjatuhan serta bumi yang pelan-pelan

Ditenggelamkan para pemujanya


***

Prev Next Next