Puisi 69

Acep Zamzam Noor


HUJAN TELAH REDA



Hujan telah reda

Sekali lagi, hujan telah reda

Sepanjang musim basah

Dengan udara yang membeku seluruhnya

Darahku teramat sejuk, seperti jam

Yang menggenang di lantai kayu:

Aku tak dapat membedakan mana lebih indah

Kenyataan waktu yang pergi atau garis kenanganku

Yang terpatah-patah. Tapi harus kutemukan sudut lain

Buat cahaya redup dari kata-kataku ini

Besok, ketika matahari menyembul dari balik bukit

Tanganku akan mencapai ujung rambutmu yang terdekat


Hujan telah reda

Sekali lagi, hujan telah reda di sini

Tungku pemanas di ruangan tengah

Suara batu bara yang terbakar

Adalah isyarat paling akhir dari sunyi:

Sepasang sepatu bukanlah satu-satunya dunia

Setumpuk surat, kartu telepon dan rekening listrik

Hanyalah bagian dari kamar sempitmu di kota

Kini kata-kataku berjuang melawan slogan dan retorika

Di antara riuhnya televisi dan dinginnya kulkas

Kelak, ketika koran-koran mengabarkan kematianmu

Satu ciumanku akan memerahkan seluruh pipi cakrawala


Hujan telah reda

Sekali lagi, sayang, hujan telah reda

Pisau yang penuh mentega

Begitu tenang di samping roti

Mungkin aku masih memasak di dapur

Saat pikiranku menjelajahi hutan dan museum:

Kereta api telah membawaku ke sudut-sudut paling rahasia

Dari sejumlah perang saudara yang berkobar di sana

Namun sejengkal dari pusarmu kutemukan tahi lalat itu

Lalu kehidupan pun dapat kusimpulkan dengan segera

Kini, ketika bom-bom dijatuhkan dan meledak

Di ranjang kita masih berpelukan dan sedikit berkeringat


***


Prev Next Next