Puisi 78

Acep Zamzam Noor


MONTMARTE


Buat Agam Wispi



Sesuatu yang mirip bukit, bertangga-tangga

Sesuatu yang mengingatkanku pada punggungmu

Yang tak rata. Rintik gerimis, remang kabut

Rumah-rumah kotak yang berlinangan cahaya

Sebuah kastil putih yang runcing atapnya

Jalan kecil yang menanjak, melingkar-lingkar

Dan berujung di sebuah tanah lapang


Di mana para pelukis dengan baret dan sal

Para seniman tak dikenal, para pelancong kasmaran

Juga gantungan-gantungan kunci, kerudung warna-warni

Patung-patung perunggu serta sekian daptar menu

Menjadi bagian dari kesepianku. Aku seperti melihatmu

Ketika seorang sinterklas membagikan permen dan cokelat

Pada anak-anak. Kulewati poster-poster di dinding

Dan perutku tersentuh gemerincing koin:

Bau kebab tercium dari jendela sebuah restoran


Para pengamen itu menyanyikan sajak-sajak

Dengan suara serak, dengan iringan gitar dan tamborin

Musim dingin menampakkan parasnya yang ngungun

Berjalan gontai meninggalkan kedai minum

Sesuatu yang kemudian mengingatkanku padamu

Karena mulutmu penuh anggur dan napasmu

Terengah seperti burung hantu –

Dengan cuping hidung yang selalu basah

Serta kening mirip sebuah kubah yang dibelah


***

Prev Next Next