Puisi 98

Acep Zamzam Noor

PANTAI LOSARI


Angin yang nakal
Menyapu rambut ikalmu
Dari arah laut. Butiran pasir
Berhamburan ke udara
Seakan kabut
Yang ingin menguraikan diri

Surya melenggang
Melewati rembang petang
Benang-benang halusnya
Menerpa wajahmu

Ada rona
Di pipimu
Kilau tembaga
Di retak bibirmu

Kugerus garam
Pada semenanjung
Yang cekung. Pundakmu
Menggelinjang
Menikung

Ada ubur-ubur
Di susumu
Hutan lindung
Di bawah pusarmu

Kukayuh sampan
Pada ombak selatan
Yang ganas. Kudengar
Napasmu lepas
Kudengar menderas

Ada goa
Di hutanmu
Binatang buas
Di pedalaman hatimu

Kulempar sauh
Dari ujung buritan
Yang goyah. Suaramu
Tinggal lenguh
Tinggal desah

Ada lagu
Dalam eranganmu
Sudut basah
Yang dihuni rindu

Angin tenggara
Menghalau napasmu
Ke gigir usia. Hamburan batu
Menjadi debu di udara

Ada sunyi
Di ujung lidahmu
Pisau belati
Yang merobek kelambu

Kuikuti alun ombak
Pada palung
Yang dalam. Pinggulmu
Bergelombang
Bergoyang

Ada diam
Di pejam matamu
Sesungging senyuman
Yang disembunyikan waktu

Surya menghilang
Di balik tebing karang
Seperti pintu
Yang menutup diam-diam

Seperti lampu
Yang meredup pelan-pelan

***
Prev Next Next