Puisi 86

Acep Zamzam Noor


TORAJA



Bayang-bayang berkelebat

Di antara hijau air dan rimbun kabut

Bulan pada permukaan sungai

Seperti nilam yang berkilauan

Di pelupuk mata. Langit merendah

Tanah mendedahkan kubur

Membuka jalan lempang

Ke sorga. Tahun-tahun datang

Abad-abad pergi

Mencari tengkorak

Dan botol arak


Daun-daun melambai

Jauh ke ceruk sunyi

Kunang-kunang di sekujur bukit

Seperti hamburan manik-manik

Dari sorga. Gambar-gambar binatang

Jejak-jejak kaki, tapak-tapak tangan

Ukiran-ukiran batu, patung-patung logam

Getah-getah damar serta wewangian

Hutan. Angin membentuk garis salib

Dingin merapalkan mantera gaib

Pada keranda dan pintu goa:

Kerbau-kerbau tegak

Babi-babi tiarap


Lalu keabadian tersimpan

Di atas bubungan

Kabut keemasan dan bayang-bayang

Saling berkejaran seperti asap

Dengan api. Betapa megah dan ganjil

Alangkah riuh namun hening

Tarian dan nyanyian

Detik-detik yang berjatuhan

Ke haribaan subuh. Angin kencang

Udara dipenuhi serbuk kopi

Bau daging bakar dan asap warna-warni

Dari sesaji demi sesaji


Fajar adalah hamburan manik-manik

Dari sorga


***

Prev Next Next