Puisi 50

Acep Zamzam Noor


RAHASIA



Dari ujung rambut burung-burung berjatuhan

Ke dalam lukisan. Tapi di teduh wajah kecantikan utuh

Begitu sempurna sapuan halus dan basah itu dilengkungkan

Pada pipi tirus dan lancip dagu. Sebuah kwas yang sayup-sayup

Mengalir lembut di lekuk telinga, terus menuruni leher jenjang

Tiang pualam yang berkilauan. Di mana butir-butir keringat

Seperti kalung cahaya yang tergantung di antara dua bukit mungil

Di mana rahasia akan tetap menjadi rahasia di kedalaman dada


Kunang-kunang hinggap di pundak dan kembali lenyap

Ke balik puisi. Di bawah pusar aliran darah seolah terhenti

Betapa dalam keindahan digali dari lenguh yang tertahan

Dari mata yang pelahan terpejam. Begitu jauh kekhusyukan

Ditempuh sembahyang demi sembahyang, semadi demi semadi

Di mana tubuh akan membukakan seluruh pintu rahasianya

Bagi penjelajah sunyi. Di mana tahun-tahun akan terasa ringkas

Seperti menit-menit yang lepas pada setiap hembusan napas


***

Prev Next Next