Puisi 54

Acep Zamzam Noor


SUNGAI DAN MUARA



Kesepian telah meyakinkan kita

Bahwa setiap sudut bumi menyimpan sisi gelap

Yang berbeda. Dari getar tanganmu aku dapat meraba

Musim dingin tak pernah memadamkan matahari sepenuhnya

Sedang dari mataku kau melihat hujan segera menyusut

Lalu kita berpelukan seperti dua musim yang bertemu

Dalam kesepian yang sama. Kita menyalakan tungku di kamar

Sambil membakar seluruh pakaian dan keyakinan kita

Menjadi asap yang memenuhi ruang dan waktu


Kita tak mengundang salju turun membasahi ranjang

Tapi detik-detik menggenang dari cucuran keringat kita

Kuraba setiap lekuk tubuhmu seperti meraba setiap sudut

Bola dunia. Aku tergelincir di belahan bumi yang landai

Atau terengah di belahan lain yang berbukit-bukit

Lalu kausentuh kemarauku dengan tangan musim semimu

Hingga rumput-rumput menghijau di seluruh tubuhku

Dan kita berciuman seperti bertemunya sungai dan muara

Yang saling mengisi dan sekaligus melepaskan


***

Prev Next Next