Puisi 28

Acep Zamzam Noor


SOLITUDE


Dekat gelombang yang terus mengucapkan namamu

Aku lupa jejak bulan yang dulu menerangi jalanku

Seribu tombak melesat dari obor-obor nelayan

Kunang-kunang berebut membakarku di sudut malam

Dan aku yang tak percaya kata-katanya, hanya terpejam


Paling sunyi mungkin cahaya yang bersahutan itu

Seperti suara yang dikirimkan dari gua-gua

Berkilauan mengoleskan pisau pada jantungku

Ketika kucoba sekali lagi menyebut namamu, pelan-pelan

Aku tenggelam oleh tikaman lembut dini hari


Batu-batu yang bertapa sepanjang sungai di nadimu

Seperti menemukan negeri baru dalam kesepianku

Subuh telah mengkhatamkan ayat-ayat kelamnya

Bintang-bintang terbujur sudah bersama pagi

Dan aku yang tak menyeru siapa-siapa, biarkan sendiri


***

Prev Next Next