Puisi 92

Acep Zamzam Noor


KERINDUAN YANG ABADI




Orang-orang dengan kecemasan di matanya

Mengundang kematian berulang-ulang

Seakan mengikuti kehendak angin tanpa arah

Atau menyerah pada daun-daun yang luruh

Ke haribaan tanah. Musim akan segera berganti

Cuaca terus berubah dan mereka tak tahu

Untuk mengatakan sekedar sunyi

Berjalan saja di atas perasaannya sendiri


Orang-orang dengan ketakutan yang melimpah

Melepaskan semua pakaian kebesarannya

Mungkin persembahan bagi langit atau kekosongan

Dalam gelap mereka terbang seperti kelelawar

Menangis dan tertawa tak henti-hentinya

Tak peduli akan jatuh atau terus membumbung

Sebab kehidupan yang tengah berlangsung

Atau kematian sama saja artinya


Orang-orang dengan kerinduan yang abadi

Semakin mabuk oleh anggur dan puisi

Menjadi budak naluri dan keliaran

Dihabiskannya seluruh malam tanpa sisa

Juga seluruh abad dan milenium sepi

Mereka tak kembali ke kuil, biara atau gua

Tak lagi menggembala di padang tandus dunia

Namun sibuk menerjuni lembah gelap dalam hatinya


***

Prev Next Next