(115) - Puisi


Acep Zamzam Noor

DARI PELUKIS BUAT PENARI


Lenganku mengikuti geliat udara, gemulai mega
Serta cuaca yang padat oleh kepak camar
Dalam naungan senja. Tubuhku menyerap ombak
Sekaligus menampung hempasan angin sakal
Lalu meliuk mengimbangi pasang, mengatasi topan
Bersama malam aku terus mengayuh sampan
Kekekalan. Melewati pelayaran demi pelayaran
Melampaui pendakian demi pendakian
Sembahyang demi sembahyang 
O, kedip matamu, penariku idaman
Kesatuan roh dan badan
Tarianmu keheningan subuh, kebeningan ufuk
Yang jauh. Sujud dan rukuk
Kekhusyukan yang dipadatkan rindu
Bersama fajar lukisanku menggali cahaya
Menyulut sumbu waktu. Darah dan airmata
Warna-warna yang disemburkan kedalaman batu

1984
Prev Next Next