Puisi 89

Acep Zamzam Noor


FIRENZE



Ingin kulepaskan hasratku

Ke pusat gairahmu

Seperti peristiwa-peristiwa lalu

Yang dikekalkan waktu

Dalam lukisan. Begitu juga jalan-jalan

Lorong kaki lima yang berliku

Jembatan-jembatan antik

Tiang-tiang serta lampu-lampu

Sepanjang lereng bukit


Sejak kulewati sebuah kastil hijau

Kebun anggur tumbuh dalam dadaku

Aku berjalan dengan lonceng di telinga

Mendirikan menara bagi setiap pendengaran

Dan penglihatanku. Lalu kumasuki perpustakaan

Hingga pikiranku menjadi keranjang sampah –

Kulihat angka-angka tahun berloncatan

Nama-nama bulan berlepasan

Hari-hari meloloskan diri

Dari perangkap kesementaraan


Sungguh ingin kubenturkan rinduku

Pada setiap dentang lonceng

Katedralmu. Ingin kuledakkan cintaku

Pada adegan-adegan pertobatan

Yang tergambar di dinding dan jendela

Atau kuhanguskan sisa birahiku

Di bawah patung-patung orang suci --

Aku berjalan ke arah bangku kosong itu

Duduk, tersedu dan membusuk

Bersama sajak-sajakku


***

Prev Next Next