Puisi 65

Acep Zamzam Noor


ARCO ETRUSCO



Kesunyian kita

Dibangun dari tumpukan batu

Dan terowongan-terowongan gelap

Lengkung-lengkung tiang dan menara-menara

Katedral. Kesunyian kita

Berlumut pada tembok-tembok

Dan menjadi undakan-undakan waktu

Yang terus menanjak


Lebih terjal dari karang manapun

Juga dari perasaan yang menjulang

Ke angkasa. Kita menghitung jejak

Dan menemukan isyarat-isyarat

Perjalanan menjadi jauh dan terlunta

Bintang-bintang tak tumbuh di langit tembaga

Sedang taman-taman telah lenyap

Ke balik bumi. Hanya jurang-jurang menganga

Dengan anak-anak yang berterjunan ke sana


Terbaca pada dinding angin

Kebisuan mega dan hujan yang tertahan

Di udara. Lalu kita menyaksikan semuanya

Gedung-gedung dibangun dan dirubuhkan

Jalan-jalan melingkar seperti kata-kata

Pohon-pohon meregang dan menyusut

Tapi matahari tetap membakar lubuk tanah

Dan mayat-mayat tegak dari kematiannya

Semuanya kesunyian kita


Disusun dari tumpukan rumah

Dan kebisuan pintu-pintu

Lorong-lorong perkampungan dan labirin

Tanpa ujung. Kesunyian kita

Menghitam pada patung-patung

Dan menjadi kalimat-kalimat gelap

Tapi senantiasa dibaca waktu

Dengan matanya yang retak-retak


***

Prev Next Next