Puisi 31

Acep Zamzam Noor


NYANYIAN ARIADNE (1)



Sinar bulan telah mematangkan kandunganmu

Seorang bayi akan lahir dari benua sunyi ini

Begitu lama matamu terpejam, seakan menolak cahaya

Sesaat bintang-bintang berjatuhan menimpamu

Di ranjang, segalanya telah tersusun serba putih

Juga teronggok perasaanku yang letih –

Sedang di lehermu masih tersisa bekas gigitanku


Kita menjadi bagian dari nasib semesta, Ariadne

Bola bumi harus terbelah dan kita akan terlempar

Ke jurang yang berlainan. Pelan-pelan matamu membuka

Masih kurasakan tatapanmu yang mengandung api

Juga senyumanmu yang gemetar –

Napasmu seakan memendam kabut yang tebal


Tak ada yang bisa kuterjemahkan dari sinar bulan

Selain cahaya yang diam-diam memusnahkan kita

Dalam waktu. Masih kudengar suaramu yang sayup

Di antara selamat tinggalku yang terpendam

Tiba-tiba kukumu menekan pundakku keras sekali

Dan aku terbangun dari mimpi yang melelahkan –

Aku menggigil karena kehabisan kata-kata dan senyuman


***

Prev Next Next