Puisi 27

Acep Zamzam Noor


JALAN SETAPAK



Seperti lidah yang dijulurkan langit merah

Jalan setapak membentang ke cakrawala

Di antara jurang dan tebing, gerumbul ilalang

Nampak bersinar dalam basuhan airmata fajar

Kesenyapan akan bangkit dari punggung bukit pagi


Sungai kecil menyelinap di sela pohonan

Mendesakkan batu-batu hitam

Dan dingin yang memercik mengandung irama api

Seakan menyanyikan kelahiran baru

Ayam berkokok dari kandang pertobatannya


Mantel subuh yang membungkus ombak lautan

Seakan menenggelamkan nyala bintang

Langit kembali tersungkur, ditarik arus bumi

Kini cahayanya memberat di kedua mataku

Sedang hatiku menghampar tanpa ufuk


***

Prev Next Next