Puisi 113

Acep Zamzam Noor

MAWAR DARI TANGKAI USIA


Jika tubuh kupecah menjadi serpihan kecil
Yang tinggal hanyalah geliat doa
Mewarnai udara. Cahaya bulan akan meleleh
Tapi getaran lembutnya terus menyelimuti malam
Menumbuhkan mawar-mawar baru. O, detak jantungku
Kenapa tak kaupetik mawar dari tangkai usia
Hingga keindahan mekar dalam jambangan waktu

Ingin kugali kuburan untuk suara-suara nyaring
Yang mengusik keheningan kericik air
Sebab malu pada kesetiaan matahari pagi
Juga pada kesabaran sungai membasahi bumi
Aku kembali menjadi debu. Ibarat jambangan kasar
Tubuhku hanyalah wadah bagi tanaman liar
Daun-daun yang luruh itulah usiaku

***
Prev Next Next