Puisi 5

Acep Zamzam Noor

TERLALU BANYAK


Terlalu banyak minum, terlalu banyak menelan pil tidur
Bosan bermimpi akhirnya aku tersedu:
Masihkah masjid alamatmu? Aku tak tahu. Tak tahu
Sejumlah musim telah bergulir, tahun demi tahun
Telah berakhir. Dan kembali mengalir
Memutar abad dan siklus nasib. Bergolak
Dan menyala-nyala. Sambil tersedu (mungkin tertawa)
Aku mengetuki pintu-pintu, memasuki penjara-penjara
Memecahkan etalase toko-toko
Mencarimu. Sepanjang jalan-jalan ibukota, sepanjang
Peradaban dan tumpukan sampah. Dunia

Hanya salak anjing, nyaring dalam batin
Malam seakan abadi. Aku tak tahu. Tak tahu
Terlalu banyak membaca, terlalu banyak
Bertanya. Buku demi buku merabunkan mataku
Mengirim sukmaku ke hutan-hutan, mendorong kelaminku
Ke tepi sunyi. Mendaki perut, menyeberangi paha demi paha
Melelapkan waktu. Sejarah hanya kelu
Hanya gemuruh dan gelegar mesiu. Aku tak tahu. Tak tahu
Seratus peperangan dan bencana, seribu maklumat dan fatwa
Kalimat-kalimat prosais dan berbunga. Sejuta pedang
Dan moncong senapan. Tak tahu:

Masihkah para pelayat tersedu di altarmu?

***
Prev Next Next